Singkat cerita, 15 hari sebelum keberangkatan menuju Bumi Cenderawasih, dia pun didera kehabisan dana.
Postingan menggadai mobil di media sosial memancing rasa prihatin dari sejumlah kolega. Berkat peran mereka, tiket penerbangan yang dia sebut tiga kali lebih mahal pun bisa didapat berikut biaya hidup selama bertandang ke Papua.
Hingga hari yang dinantikan pun tiba. Pria dengan kuncir rambut mirip kesatria berpedang samurai itu tampil di babak final kelas 75 kg menantang otot dari Taat Pribadi (Jawa Tengah), Albar Azmi (Jawa Timur), Sentius Logo (Papua) dan Abdul Manan.
Pada kontes binaraga yang berlangsung di Auditorium Universitas Cenderawasih, Kabupaten Jayapura, Senin (4/10) malam, Iwan Samuray berhak atas medali emas ketiganya sejak PON Riau XVIII tahun 2012 lalu.
Iwan kini bernapas lega. Impitan utang senilai Rp1,7 miliar akhirnya bisa dia tebus meski harus melalui tantangan yang tidak mudah.