Korea Utara Dalam Masalah, Bencana Kelaparan Mengintai

Muhaimin
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (Foto: Ist)

Warga di Pyongyang, sebagaimana dikutip CNN, Sabtu (19/6/2021), mengatakan harga kentang meroket tiga kali lipat. Mereka yang mencari minuman berkafein terpaksa membayar hingga USD100 untuk sebungkus kopi dan USD70 untuk beberapa teh celup.

Harga kebutuhan pokok lain seperti beras dan bahan bakar dilaporkan tetap tinggi. Pengakuan Kim Jong-un bahwa ekonomi yang dikelola negara tidak dapat memberi makan warganya menunjukkan bahwa krisis pangan di negara itu berada di ujung tanduk.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) baru-baru ini melaporkan bahwa Korea Utara hanya memiliki persediaan pangan untuk dua bulan ke depan, menderita kekurangan pasokan sebesar 860.000 ton secara nasional.

Kim Jong-un menolak untuk merinci sejauh mana krisis pangan di negaranya, tetapi baru-baru ini dia memperingatkan warganya untuk bersiap menghadapi "Maret yang Sulit" lainnya, nama yang diberikan untuk krisis pangan tahun 1990-an.

“Saya memutuskan untuk meminta organisasi WPK (Partai Buruh Korea) di semua tingkatan, termasuk Komite Pusat dan sekretaris sel dari seluruh partai, untuk melakukan 'pawai sulit' yang lebih sulit untuk membebaskan kesulitan rakyat kami, bahkan sedikit pun,” kata Kim pada April lalu.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hotspot Meningkat, Polda Sumsel Mulai Waspada Karhutla

57 tahun lalu

Sumsel Tetap Agendakan Sriwijaya Expo 2-5 Juli, Ini Tujuannya

57 tahun lalu

Kemenparekraf Pilih Sumsel Tuan Rumah Triathlon 2021, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Korut Harus Siap Konfrontasi dengan Amerika Serikat

57 tahun lalu

Kim Jong Un: Korut Harus Siap Konfrontasi dengan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal