20 Alat Musik Tradisional dari Sumatera Utara, Nomor 4 untuk Panggil Roh saat Ritual

Reza Rizki Saputra
Alat Musik tradisional dari Sumatera Utara (Foto: Dok Kemendikbud)

11. Gendang Singanaki

Gendang Singanaki merupakan alat musik tradisional yang termasuk ke dalam keluarga gendang. Gendang singanaki terbuat dari bahan kayu dan kulit binatang. Gendang khas yang berasal dari Suku Batak Karo ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pukul khusus dan memiliki bentuk yang relatif ramping dibandingkan dengan gendang dari Jawa.

Gendang Singanaki memiliki 2 buah gendang, yaitu gendang penganak dan anak gendang yang bernama garantung/enek-enek. Gendang singanaki berfungsi sebagai pembuat ritme dalam suatu ansambel musik gendang lima sendalanen yang dimainkan bersamaan dengan sarune. Alat musik satu ini seringkali dimainkan pada acara adat yang berkaitan dengan religi dan pesta muda-mudi atau yang disebut guro-guro aron.

12. Gendang Singindungi

View this post on Instagram

A post shared by sadatendi.art (@sadatendi.art)

Gendang Singindungi memiliki kemiripan dari sisi bahan, bentuk, ukuran dan cara pembuatan dengan Gendang Singanaki. Perbedaannya terletak pada gendang mini yang disebut Gerantung. Ukurannya sekitar 11,5 cm dan diikat di sisi badan Gendang Singanaki. Cara memainkannya yaitu dengan dipukul dengan sebuah alat.

Gendang Singindungi menghasilkan bunyi naik turun melalui teknik permainan tertentu, sementara Gendang Singanaki tak memiliki teknik tersebut, sehingga bunyinya tak bisa naik turun.

13. Gung dan Penganak

Alat musik tradisional dari Sumatera Utara berikutnya yaitu Gung dan Penganak. Gung dan penganak merupakan alat musik yang berfungsi sebagai pengatur ritme musik tradisional Karo. Alat musik ini tak jauh berbeda dengan gong yang berasal dari Jawa namun terdapat perbedaan pada ukuranya. Untuk penganak memiliki ukuran yang relatif kecil, berdiameter 15,6 cm dengan pencu 4 cm dan lebar 2,8 cm.

Sedangkan untuk gung, mempunyai diameter 65 cm dengan pencu 15 cm dan lebar 10 cm. Keduanya dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pukul yang sudah dilapisi karet atau bahan yang empuk agar menghasilkan suara yang tidak kasar.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kantongi 12 Dukungan Pengcab, Hidayat Batubara jadi Calon Tunggal Ketua POBSI Sumut

57 tahun lalu

Natal di Tengah Bencana, Polri Ubah Posko Pengungsian jadi Tempat Ibadah Sementara

57 tahun lalu

1.000 Unit Hunian Tetap Disiapkan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut

57 tahun lalu

Korban Tewas Banjir-Longsor di Sumatra Bertambah jadi 1.016 Orang, 212 Hilang

57 tahun lalu

LAZ Gerakin Salurkan Bantuan Ribuan Paket Logistik ke Korban Banjir Aceh dan Sumut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal