Kondisi tersebut menjadi pertimbangan yang memberatkan hukuman terdakwa. Sementara itu, sikap kooperatif selama persidangan, pengakuan atas perbuatannya, serta janji tidak mengulangi tindak pidana menjadi alasan yang meringankan.
Setelah vonis dibacakan, Fahrul maupun Jaksa Penuntut Umum belum menyatakan menerima atau mengajukan banding terhadap putusan tersebut. Kedua pihak memilih menggunakan waktu pikir-pikir selama tujuh hari sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Sofyan Agung Maulana menuntut Fahrul dengan hukuman tujuh tahun penjara. Jaksa menilai seluruh unsur tindak pidana pembakaran dan pencurian telah terbukti selama proses persidangan.
Fahrul dinyatakan bersalah melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait tindak pidana pembakaran dan pencurian sebagaimana didakwakan penuntut umum.