Buruh Tolak Kenaikan UMP 8,51%, Begini Kata Pemprov Sumut

Stepanus Purba
Ilustrasi upah minimum provinsi. (Foto: Okezone)

Dia mengungkapkan, upah buruh sesungguhnya akan ditetapkan melalui upah minimum kota (UMK). Sementara UMP yang ditetapkan saat ini hanya menjadi acuan dalam penetapan UMK masing-masing daerah nantinya.

"Jadi yang lebih tinggi nanti di UMK. Karena UMP hanya acuan saja," ucapnya.

Ketua FSPMI Willy Utomo menilai, kebijakan Gubernur Sumut Edy Rahmyadi yang meneken kenaikan UMP 8.51% sangat memberatkan kaum buruh.

"Kami menuntut agar gubernur merevisi kenaikan upah buruh menjadi 15-20% atau menjadi sekitar Rp2.700.000 sampai Rp3.000.000," kata willy.

Tak hanya itu, dia juga meminta kenaikan UMK di Kota Medan, Deliserdang, Serdangbedagai dan sejumlah daerah lain berbasis industri disetarakan menjadi Rp3.500.000-Rp4.000.000.

"Hal ini sangat mendasar karena seharusnya penetapan upah tidak berdasarkan PP Nomor 78 yang hanya menghitung inflasi dan pertumbuhan ekonomi. namun berdasarkan kualitas hidup layak (KHL) yang terdapat 84 item di dalamnya sebagaimana diatur UU Ketenagakerjaan," ujarnya.

Sebelumnya, puluhan buruh yang tergabung dalam FSPMI menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan UMP sebesar 8.51% untuk tahun 2020. Selain itu, buruh juga menolak kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
29 hari lalu

Demo Buruh di DPRD Sumut, Tuntut Perubahan Kebijakan Ketenagakerjaan

2 bulan lalu

Ancaman PHK Hantui 4.400 Pekerja Jatim, 2.500 Berasal dari Satu Pabrik

2 bulan lalu

Hari Kedua Pascaledakan Rumah di Grand Polonia, Tim SAR Fokus Cari 2 Korban Tertimbun

2 bulan lalu

Lewat Pendidikan Politik di Sergai, Perindo Cetak Kader Muda Berintegritas dan Berkontribusi bagi Masyarakat

2 bulan lalu

Imbas Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, Gubsu Bobby Gandeng TNI-Polri Pasok BBM ke SPBU

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal