Setelah membeli makanan, pelaku kemudian makan di sekitar kawasan pajak sambil mengamati tempat praktik tersebut. Saat itulah muncul niat untuk melakukan perampokan.
Seusai makan, PS kembali ke rumah untuk mengambil sebilah parang dan lakban yang kemudian disimpan di dalam saku jaket. Pelaku juga membawa kain sebo untuk menutupi wajahnya agar identitasnya tidak diketahui.
Sekitar pukul 20.15 WIB, PS kembali mendatangi tempat praktik korban. Dengan wajah tertutup kain sebo, pelaku masuk dan langsung meminta uang kepada korban yang saat itu sedang berada di kursi kerja.
"Pelaku langsung meminta uang kepada korban dengan mengarahkan sebilah parang, namun korban mengatakan bahwa uang yang tersisa hanya di laci. Pelaku kemudian mengikat kaki dan mulut korban menggunakan lakban, dan langsung membuka seluruh laci meja dan mengambil seluruh uang yang ada di dalam laci," kata Kapolres.
Setelah mengambil uang, pelaku sempat berpura-pura melakukan panggilan telepon untuk mengelabui korban seolah dirinya tidak beraksi sendirian. PS kemudian keluar dari lokasi dan membuang sisa lakban di Jalan Putri Lopian sebelum kembali ke rumah untuk menghitung hasil rampokan.