Pemprov Sumut Dapat Tambahan PAD Rp300 Miliar dari Kenaikan Harga BBM

Wahyudi Aulia Siregar
Antrean pengisian BBM di salah satu SPBU. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Sumut Sugianto Makmur mengkritik keputusan pemprov yang menaikkan PBBKB sehingga harga BBM naik. Menurutnya, kenaikan tersebut tak tepat di tengah kondisi pandemi.

Dia juga menyayangkan DPRD tak dilibatkan dalam proses penyusunan Pergub 1 Tahun 2021 itu. Dia meminta aturan tersebut dibatalkan karena tak ada konsultasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kenaikan ini hanya akan memicu inflasi, Ini soal momentum di mana masyarakat sedang sulit, lalu menjelang puasa dan anak sekolah masuk. Sebaiknya ditunda sampai pemulihan ekonomi," ucapnya.

Dia menilai, tidak ada urgensi bagi pemprov menargetkan tambahan pendapatan Rp300 miliar. Pasalnya, anggaran Rp500 miliar dari refocusing anggaran juga belum dipertanggungjawabkan.

"Tidak ada urgensinya. Sebaiknya ditunda," katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
12 hari lalu

Aksi Humanis Polisi di Gianyar, Dorong Mobil Warga yang Mogok Kehabisan Bensin

14 hari lalu

Takut Tidak Kebagian BBM, Warga Jembrana Rela Menginap di SPBU meski Stok Kosong

14 hari lalu

Antre BBM Berjam-jam di Jembrana Bali, Sejumlah Warga Pingsan hingga Dilarikan ke RS

15 hari lalu

Warga Jember Antre Berjam-jam Takut Kehabisan Stok BBM di SPBU, Pertamina Buka Suara

1 bulan lalu

BPJPH: Sertifikasi Halal Bukan Sekadar Agama, tapi Pendorong Ekonomi Daerah dan PAD

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal