Hotlin mengatakan kejadian bermula ketika suaminya sedang memeriksa atribut dan kerapian siswa saat piket. Dia pun mengulang pengakuan suami kepadanya.
"Karena kebetulan aku piket hari itu, aku memeriksa atribut sekolah, kerapihan, aku berhenti dekat dia, ku tegur mana sepatu mu? Basah pak katanya," ucapnya lagi.
Menurut Hotlin, suaminya mengambil permen tersebut agar suasana di lapangan tetap kondusif dan tidak membuat siswi merasa dipermalukan.
"Jadi supaya suasana di lapangan itu tidak tenang dan si anak tidak merasa diintimidasi dan dipermalukan, aku ambil permennya. Anak itu tertawa dan semua siswa tertawa. Tapi kemudian dia melapor ke orang tuanya, dirogoh roknya sampai menjalar ke mana," katanya.
Hotlin menegaskan suaminya tidak melakukan pelecehan seperti yang dituduhkan.
"Suami saya tidak melakukan pelecehan. Dia tidak pernah melakukan pelecehan, tujuannya satu untuk mendidik anak itu," katanya.