Kisah Tragis Ahli Perang Gerilya Pelatih Tentara Indonesia, Tewas Bunuh Diri dengan Pistol

Maria Christina Malau
Jenazah Igning diterbangkan dengan Pesawat RI-002 yang berangkat bulan November 1947. (Foto: Istimewa)

Muhardi merasa turut bertanggung jawab karena menyadari yang membawa Igning ke Indonesia adiknya. Dia pun berangkat  ke Jalan Jetis, Yogyakarta. 

Beberapa saat kemudian, Igning ditemukan sudah tidak bernyawa. Peluru menembus kepalanya. Menurut hasil rekonstruksi, Muhardi yang tidak bersenjata menemui Igning. 

Muhardi disebut melihat Igning mengacungkan senjata 45 automatic ke arah pelipisnya, hendak bunuh diri. Dia dengan cepat memukul tangan Igning. 

Igning spontan menembakkan pistolnya ke arah kepala Muhardi yang tewas seketika. Dia diduga terkejut dengan reaksinya itu. Menyadari Muhardi yang tewas di tangannya, Igning lalu mengakhiri hidupnya sendiri.

Tidak ada indikasi hadirnya orang ketiga. Rekonstruksi dan kesimpulan ini merupakan hasil resmi dari penyelidikan para ahli dari Kepolisian dan Ilmu Kedokteran Kehakiman yang dipimpin oleh Prof Dr Sutomo Cokronegoro.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Peringatan Tsunami Dampak Gempa, Warga Tarakan Panik Selamatkan Diri ke Tempat Tinggi

57 tahun lalu

Gelombang Tsunami Terjang Sulut Dampak Gempa Besar, Ketinggian Bervariasi

57 tahun lalu

Gelombang Tsunami Terjang Pesisir Gorontalo Utara, Sejumlah Perahu Terseret Ombak

57 tahun lalu

Waspada Dampak Gempa Besar Filipina, Sirene Peringatan Tsunami Berbunyi di Gorontalo Utara

57 tahun lalu

Pasien RS Siloam Manado Dievakuasi akibat Guncangan Gempa Magnitudo 7,7

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal