Kisah Tragis Ahli Perang Gerilya Pelatih Tentara Indonesia, Tewas Bunuh Diri dengan Pistol

Maria Christina Malau
Jenazah Igning diterbangkan dengan Pesawat RI-002 yang berangkat bulan November 1947. (Foto: Istimewa)

Kematian Igning dan Muhardi sampai ke telinga Muharto. Dia mendengar peristiwa tragis itu dari Budiarjo di Banda Makati, ketika RI-002 datang dari Yogya membawa delegasi RI untuk menghadiri ECAPE Conference di Baguio.

"Harto, Igning is dood, maar je broer is ook dood (Igning mati, tetapi kakakmu juga mati)", kata Budiarjo kepada Muhardi. Dia menangis saat menyampaikannya.

Seberat-berat mendengar kematian saudara sendiri, lebih berat tugas untuk menyampaikan berita itu kepada komandannya. Apalagi, Muhardi meninggal karena ditembak telinganya.

Malam itu juga, berita duka tersebut disampaikan kepada Mayor "Priming" Primitivo San Agustin, Deputy Kepala G-2 di HQ Philippine Army. Reaksinya kaget, kecewa campur marah. 

Muharto pun tidak mengira sama sekali Mayor Priming mempunyai tafsiran kuat Igning dibunuh agen komunis, yang tidak lain adalah Muhardi, saudaranya. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
27 hari lalu

Kecelakaan Maut di Kulonprogo, Pemotor Lansia Tewas Tabrak Truk Berhenti di Jalan

30 hari lalu

Serda Ahmad Tewas Diduga Dianiaya 4 Senior, Sang Ayah Ungkap Awalnya Dikabarkan Kecelakaan

30 hari lalu

Serda Ahmad Muzammil Prajurit TNI AU Meninggal Tak Wajar, Diduga Dianiaya 4 Senior

4 bulan lalu

Peringatan Tsunami Dampak Gempa, Warga Tarakan Panik Selamatkan Diri ke Tempat Tinggi

4 bulan lalu

Gelombang Tsunami Terjang Sulut Dampak Gempa Besar, Ketinggian Bervariasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal