Merapi Kembali Erupsi Disertai Hujan Abu, Begini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta

Kuntadi
Gunung Merapi kembali erupsi dengan memuntahkan awan panas setinggi 3.000 meter. (Foto: iNews.id/Tata Rahmanta)

YOGYAKARTA, iNews.id - Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan, erupsi Gunung Merapi yang terjadi Senin (14/10/2019) sore pukul 16.31 WIB terjadi akibat akumulasi gas.

Dia menjelaskan, erupsi Gunung Merapi itu sebelumnya tidak teramati peningkatan data pemantauan yang signifikan menjelang kejadian. “Kejadian ini disebabkan akumulasi gas vulkanik yang terlepas secara tiba-tiba,” kata Hanik dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Hanik, ancaman bahaya dari erupsi itu sama seperti sebelumnya yakni, awan panas letusan (APL) yang bersumber dari material kubah lava. Hasil pemodelan menunjukkan jika kubah lava saat ini 468.000 meter kubik runtuh. “Luncuran awan panas ini tidak melebihi radius 3 km,” ucapnya.

Hanik mengatakan, kolom abu kali ini yang mencapai 3.000 meter dari puncak memang lebih besar dibandingkan sebelumnya yang hanya berkisar antara 800-1.000 meter.

Meski demikian, kata dia, status Merapi masih tetap di level II yakni Waspada. Terkait erupsi itu, BPPTKG sudah menerbitkan zona orange untuk penerbangan.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Disertai Gemuruh dan Hujan Abu, 2 Bandara Ditutup

57 tahun lalu

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas 2 Kilometer, Status Siaga

57 tahun lalu

Gunung Merapi Erupsi Sore Ini, Luncurkan Awan Panas Guguran ke Kali Sat

57 tahun lalu

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km ke Arah Barat Daya

57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal