YOGYAKARTA, iNews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi sasaran isu negatif di media massa pasca-Pemilu dan Pilpres 2019. Sebelum pemilu, isu negatif menyerang pasangan capres-cawapres.
Peneliti Pusat Kajian Politik dan Pemerintah (PolGocv) Fisipol UGM Yogyakarta, Abdul Gaffar Karim mengatakan, sebenarnya isu negatif ke KPU sudah ada sebelum pileg dan pilpres. Namun pascapemungutan suara, frekeunsinya bertambah lebih dari 70 kali lipat.
Peningkatan isu negatif ini, kata dia, ditengarai akibat adanya pertentangan antarpendukung kedua paslon dalam menanggapi hasil quick count dan minimnya pendidikan dan pengetahuan politik di kalangan pemilih.
“Pasca-pemilu, KPU menjadi sasaran utama isu negatif di media sosial dibanding jumlah isu negatif yang mengarah pada kedua paslon capres dan cawapres,” kata Abdul Gaffar Karim dalam laporan Polgov di Digilib Cafe Fisipol, UGM, Senin (29/4/2019).
Dia menjelaskan, sebelum pemungutan suara, kedua paslon menjadi sasaran utama isu negatif. Dibandingkan terhadap kedua paslon, isu negatif terhadap KPU termasuk yang paling rendah. Selanjutnya frekeunsi isu negatif terhadap kedua paslon cenderung menurun pada hari pelaksanaan pemilu.