Di tengah sorotan publik, dr. Elda kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui surat terbuka. Ia mengakui komentarnya tidak pantas, tidak etis, dan tidak mencerminkan nilai-nilai profesi kedokteran.
Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal di Threads pada 22 Juli 2026 mengenai lamanya menunggu kamar rawat inap sebagai pasien BPJS Kesehatan.
Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah komentar bernada sinis dari akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan. Setelah Yurizal meninggal dunia, tangkapan layar komentar-komentar tersebut kembali beredar dan memicu kritik dari masyarakat.
Sejumlah tenaga kesehatan yang namanya turut menjadi sorotan telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, di antaranya dr. Benny Christian Sihombing, dr. Elda Putri Rahardini, Widhiyarini Pangestika, Hilda Clarissa Theophilus, dan Norma Zahara.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menyatakan meninggalnya Yurizal berkaitan dengan lamanya antrean mendapatkan ruang rawat inap. Meski demikian, kasus ini menjadi perhatian nasional dan memicu evaluasi terhadap etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial.