Bos Trackhouse, Davide Brivio, menuding Marquez dan Martin terlalu agresif sehingga memicu kejadian tersebut. Namun, steward FIM tidak menyatakan pembalap mana pun bersalah.
Marquez menilai insiden tersebut merupakan bagian dari persaingan balap yang berlangsung sangat ketat.
"Tikungan pertama. Mudah menjelaskannya. Ada empat motor yang sejajar, dan saya pikir Bezzecchi memperhatikan Raul untuk mengerem sedikit lebih lambat," katanya.
"Saya memperhatikan Bezzecchi untuk mengerem sedikit lebih lambat. Sementara DiGia memperhatikan saya untuk mengerem sedikit lebih lambat," ujarnya.
Menurut Marquez, situasi tersebut membuat empat pembalap kehilangan jalur ideal. Jorge Martin akhirnya mampu memanfaatkan kekacauan untuk melesat dari posisi kelima ke posisi pertama.
"Akibatnya, empat pembalap keluar dari jalur dan Martin naik dari posisi kelima ke posisi pertama. Jadi, situasinya sulit, berada di batas kemampuan, tetapi itulah balapan. Tikungan pertama memang seperti itu," ucapnya.
Dengan keunggulan empat poin di puncak klasemen, Marquez kini menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan posisinya. Namun, setelah mengalami pusing yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, kondisi fisik menjadi perhatian penting menjelang balapan utama MotoGP Mandalika 2026.