Meski menjalankan program naturalisasi, PBVSI memastikan pembinaan atlet dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Federasi tetap menjalankan program pengembangan pemain muda melalui berbagai jalur kompetisi.
Salah satu langkah yang dijalankan ialah memberi pengalaman bertanding kepada pemain muda lewat tim seperti Jakarta Garuda Jaya serta kompetisi kelompok usia.
Imam menegaskan porsi atlet lokal tetap menjadi fondasi utama tim nasional. Naturalisasi hanya dilakukan secara terbatas dengan memperhatikan keseimbangan komposisi pemain.
“Kami tidak ingin mematikan atlet nasional. Naturalisasi boleh dilakukan, tetapi ada batas persentasenya,” ujarnya.
Empat atlet yang diproyeksikan disebut sudah memberikan sinyal positif untuk bergabung dengan Indonesia. PBVSI saat ini masih memeriksa berbagai aspek regulasi agar proses naturalisasi berjalan sesuai ketentuan.
“Pada intinya empat atlet ini sudah siap karena mereka sudah diberi informasi dan mereka bersedia,” tuturnya.
Selain pemain, PBVSI juga merencanakan penambahan pelatih dari Brasil. Tenaga pelatih tersebut diproyeksikan membantu meningkatkan kualitas tim nasional voli putra yang akan menghadapi sejumlah agenda internasional tahun ini.