Pandapotan menegaskan, pembentukan liga tidak sekadar berorientasi pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan catur yang lebih profesional.
“Liga Catur ini dirancang untuk membangun catur sebagai olahraga profesional yang dikelola secara profesional. Diharapkan ke depannya akan lahir klub-klub di berbagai daerah sehingga penyebaran catur tidak hanya terpusat di Pulau Jawa,” ujar Pandapotan.
Rakernas Percasi ke-46 turut mengesahkan sejumlah keputusan organisasi yang berkaitan dengan pertanggungjawaban pengurus, pengakuan prestasi pemain, persiapan PON, dan agenda kompetisi nasional.
Berikut lima keputusan utama Rakernas Percasi 2026:
1. Menerima laporan pertanggungjawaban kegiatan Percasi periode Mei 2025 hingga Oktober 2026 serta menugaskan pendokumentasian kerja pengurus PB Percasi masa bakti 2026–2030.
2. Mengesahkan gelar pemain tingkat nasional hasil Kejurnas Catur ke-50 Tahun 2025 di Mamuju.
3. Menetapkan zonasi babak kualifikasi PON 2028 NTB–NTT beserta rincian kelolosan provinsi.
4. Menetapkan tuan rumah babak kualifikasi PON 2028 NTB–NTT.
5. Menetapkan Daerah Khusus Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas Catur ke-52 Tahun 2027 dan Rakernas Percasi ke-47 Tahun 2027.
Selain keputusan tersebut, Rakernas Percasi 2026 menghasilkan tujuh rekomendasi untuk memperkuat pembinaan, tata kelola, dan pengembangan olahraga catur nasional.