Sebagai contoh adalah Piala AFF 2020 silam yang digelar di satu negara yakni Singapura. Sistem ini akan menempatkan semua orang yang terlibat pada suatu turnamen di tempat yang sama selama kejuaraan berlangsung.
Orang-orang yang berada di 'bubble' adalah pihak-pihak yang sudah terdaftar mulai dari atlet, pelatih, wasit, official, panitia, hingga awak media.
Selama turnamen berlangsung, pihak-pihak yang berada dalam 'bubble' atau kawasan terbatas tidak boleh berinteraksi dengan orang luar maupun keluar dari area tersebut. Tujuannya tidak lain adalah untuk membatasi interaksi dengan orang yang berada di luar bubble.
Saat turnamen Piala AFF 2020 lalu, ada 4 pemain Indonesia yang sempat terkena aturan tersebut. Mereka adalah Victor Igbonefo, Elkan Baggott, Rizky Ridho, dan Rizky Dwi Febrianto yang tidak diperbolehkan bermain di partai final leg kedua melawan Thailand karena melanggar aturan tersebut.
Tak hanya sepak bola, sistem bubble juga diterapkan pada ajang-ajang olahraga internasional lain di era pandemi beberapa waktu lalu. Sebagai contoh, turnamen bulu tangkis All England 2021 hingga rangkaian Indonesia Badminton Festival 2021 di Bali juga menggunakan aturan bubble.