Meski ada sejumlah provinsi yang absen, Hary memastikan kondisi tersebut tidak mengurangi level persaingan di Kejurnas PB POBSI 2026.
"Iya, ada 28 provinsi ikut, 9 provinsi tidak ikut, satu provinsi Sulbar (Sulawesi Barat) memang belum terbentuk kepengurusan," ujarnya.
Dengan 189 atlet yang tampil, Kejurnas PB POBSI 2026 menjadi kesempatan penting bagi para pebiliar dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda PB POBSI dalam menjaga pembinaan atlet secara berkelanjutan.
PB POBSI berharap kompetisi nasional tersebut tidak berhenti pada perebutan gelar dan hadiah Rp100 juta. Kejurnas diarahkan menjadi salah satu tahapan untuk meningkatkan kualitas atlet hingga mampu bersaing dan menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Bagi PB POBSI, keberhasilan pembinaan akan terlihat dari munculnya atlet-atlet baru yang mampu membawa nama Indonesia ke pentas dunia. Kejurnas 2026 pun menjadi salah satu panggung untuk mencari dan mengembangkan potensi tersebut.