Kiper berusia 25 tahun itu kemudian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga De Miguel. Dia mengaku terus memikirkan mendiang beserta orang-orang yang menyayanginya.
"Saya merasakan kesedihan yang luar biasa atas kepergian Jesus. Saya memikirkan dia, keluarganya, dan semua orang yang menyayanginya. Saya tahu akan ada banyak persoalan yang harus dihadapi. Saya akan menghadapi apa pun yang terjadi dengan penuh rasa hormat," katanya.
Owono menutup pernyataannya dengan pesan perpisahan yang menyentuh. Di tengah berbagai persoalan setelah insiden tersebut, pikirannya masih tertuju pada De Miguel.
"Namun, saat ini, sejujurnya, saya tidak bisa memikirkan apa pun selain Jesus dan rasa sakit yang sedang kami alami. Beristirahatlah dengan tenang, Jesus," ucapnya.
Kesedihan Owono semakin berat setelah dia menjadi sasaran pesan bernada kasar di media sosial. Penjaga gawang FC Andorra itu dilaporkan menonaktifkan akun Instagram miliknya menyusul hujatan yang diterima setelah kematian De Miguel.