Mbappe Minta Maaf soal Mao Zedong, China Tetap Boikot Siaran Real Madrid

Reynaldi Hermawan
China tetap menghentikan siaran Liga Spanyol di CCTV meski Kylian Mbappe, Real Madrid, dan La Liga sudah meminta maaf (Foto: Soccerway)

Mao meninggal dunia pada 1976. Meski pemerintahannya diwarnai sejumlah peristiwa kelam, sosoknya tetap dihormati oleh Partai Komunis China.

Selama berkuasa, Mao memimpin kebijakan Lompatan Jauh ke Depan dan Revolusi Kebudayaan. Kedua periode tersebut menimbulkan dampak besar bagi masyarakat China, termasuk bencana kelaparan yang menewaskan puluhan juta orang serta gelombang pembersihan dan kekerasan di berbagai lapisan masyarakat.

Penghentian siaran Liga Spanyol bukan kali pertama China mengambil tindakan terhadap kompetisi olahraga akibat persoalan politik. Pada Oktober 2019, Beijing juga menghentikan penayangan pertandingan NBA selama satu tahun.

Keputusan tersebut dipicu unggahan Daryl Morey, yang saat itu menjabat sebagai manajer umum Houston Rockets. Dia mengunggah pesan dukungan kepada demonstran Hong Kong di tengah gelombang aksi pro-demokrasi yang berlangsung di wilayah tersebut.

Unggahan Morey memicu kemarahan penggemar, sponsor, dan mitra komersial NBA di China. Dia kemudian menarik kembali pernyataannya dan menjelaskan posisinya melalui sebuah pesan.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
3 hari lalu

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

3 hari lalu

Candaan Kylian Mbappe Bikin Real Madrid Minta Maaf, Sponsor Putus Kontrak dan Liga Spanyol Distop di China

6 hari lalu

Diabaikan Mourinho, Trent Alexander-Arnold Ogah Hengkang dari Real Madrid

7 hari lalu

Hansi Flick Sebut 2 Penyebab Kekalahan Barcelona dari Real Madrid

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal