Peluang Real Madrid terus berdatangan. Jude Bellingham memiliki kesempatan untuk mencetak gol, sedangkan Inter juga menghasilkan sejumlah peluang yang membuat pertandingan tetap terbuka sampai peluit akhir.
“Kami memiliki peluang lain melalui Bellingham, Inter juga bisa mencetak beberapa gol. Pertandingan terbuka sampai akhir, hanya sebuah pertandingan sepak bola yang gila,” kata Mourinho.
Mourinho juga memberikan pembelaan kepada Mbappe yang sempat mendapat sorakan dari sebagian penonton. Penyerang asal Prancis tersebut sebelumnya mendapat kritik karena dinilai terlalu sering mengambil keputusan sendiri dan kurang membantu rekan setim.
“Mbappe bekerja sangat keras, dia mencetak gol penting, memiliki dua atau tiga peluang yang biasanya dia konversi, tetapi saya tidak khawatir, karena dia akan selalu mencetak gol. Dia tentu akan kembali menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions musim ini, dan dia bekerja sangat keras untuk tim, jadi saya sangat puas,” kata Mourinho.
Pertandingan tersebut juga menjadi momen emosional bagi Mourinho dan Chivu. Keduanya pernah bekerja sama di Inter ketika klub asal Italia itu meraih treble pada 2010. Chivu ketika itu merupakan salah satu bek dalam skuad Mourinho.