"Para pejabat FIFA bertemu dengan penegak hukum dari berbagai belahan dunia untuk tujuan itu," ujarnya menambahkan.
Infantino terpilih menjadi Presiden FIFA pada 2016, menggantikan Sepp Blatter yang dicopot karena terlibat kasus kriminal pada 2015.
Blatter disanksi oleh komite etis FIFA, tetapi penyelidikan terhadapnya masih berlangsung dan belum ada hukuman apapun terhadapnya dan dia sendiri membantah melakukan kesalahan.
Setelah terpilih, Infantino berjanji akan membersihkan FIFA dan berusaha mengembalikan fokus badan itu kembali ke sepak bola saja, mengingat lembaga itu dibelit kasus korupsi terburuknya pada 2015 yang berujung penghukuman terhadap beberapa orang di Amerika Serikat.
Pekan lalu, Lauber mengundurkan diri setelah pengadilan administratif federal Swiss menyatakan dia telah menutup-nutupi pertemuannya dengan Infantino dan berbohong terhadap atasannya, ketika kantornya menyelidiki dugaan korupsi di FIFA.