Seremoni pembukaan berlangsung dengan penyalaan obor raksasa di tengah stadion. Prosesi tersebut menjadi simbol nyala semangat kemerdekaan yang terus dijaga untuk mengejar prestasi tertinggi.
Kemegahan pembukaan semakin terasa melalui parade defile perwakilan kontingen dari setiap provinsi. Acara tersebut juga diramaikan pertunjukan kolosal yang melibatkan sedikitnya 300 seniman tradisional Jawa Timur.
Komarudin Watubun menilai Surabaya memiliki arti penting sebagai lokasi pembukaan Soekarno Cup 2026. Selain dikenal sebagai Kota Pahlawan, Surabaya juga memiliki keterkaitan sejarah dengan Bung Karno.
"Kota Pahlawan sekaligus kota lahirnya Bung Karno. Dari kota inilah Bung Karno mengawali perjalanan hidupnya. Maka dari kota ini pula kita ingin menyalakan kembali semangat membangun generasi muda Indonesia," ujar Komarudin dalam sambutannya.
Soekarno Cup 2026 melanjutkan rangkaian turnamen yang sebelumnya digelar di Jakarta pada 2023 dan Bali pada 2025. Komarudin menilai keberlanjutan ajang tersebut tidak terlepas dari pandangan mengenai peran olahraga dalam membangun karakter bangsa.