JAKARTA, iNews.id - Membatasi penggunaan gadget pada anak bukan perkara mudah bagi banyak orang tua. Di tengah kemudahan akses hiburan digital, anak-anak semakin terbiasa menghabiskan waktu dengan ponsel atau tablet.
Padahal, banyak aktivitas sederhana yang bisa menjadi alternatif sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka, salah satunya permainan tradisional.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak para orang tua kembali mengenalkan permainan tradisional kepada anak. Selain menjadi cara untuk mengurangi waktu di depan layar, permainan rakyat juga dapat mendorong anak lebih aktif bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Ajakan tersebut disampaikan Arifah dalam Festival Anak Bermain yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD), Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Minggu (8/11/2026). Dalam kegiatan itu, sedikitnya 18 permainan tradisional dihadirkan untuk dicoba anak-anak bersama keluarga.
Menurut Arifa, orang tua perlu memberikan alternatif kegiatan yang menarik agar anak tidak terus-menerus bergantung pada gadget. Sebab, penggunaan perangkat digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga pendekatan yang dilakukan bukan sekadar melarang, melainkan menawarkan aktivitas pengganti.