Keterlibatan orang tua ini menjadi penting karena mengenalkan permainan tradisional kepada anak bisa dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua dapat mengajak anak bermain bersama, mengenalkan aturan permainan, hingga menjadikan aktivitas tersebut sebagai momen kebersamaan.
Selain mendukung aktivitas fisik, permainan tradisional juga menjadi sarana bagi anak untuk mengenal kebudayaan Indonesia. Arifa berharap anak-anak semakin mencintai warisan budaya sendiri melalui permainan yang berbasis kearifan lokal.
"Untuk mengembalikan lagi untuk anak-anak kita cinta kepada kebudayaannya sendiri. Salah satunya melalui permainan tradisional yang berbasis kearifan lokal," katanya.
Kementerian PPPA berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan dan diperluas ke berbagai daerah. Dukungan pemerintah daerah juga diharapkan membuat semakin banyak anak memiliki kesempatan untuk mengenal dan memainkan permainan rakyat.
Festival Anak Bermain kali ini digelar melalui kerja sama Kementerian PPPA dengan GBK dan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), serta didukung Sriwijaya Capital.
Dengan mengenalkan kembali permainan tradisional, orang tua memiliki pilihan aktivitas yang menyenangkan untuk mengimbangi waktu anak menggunakan gadget. Anak pun bisa menikmati masa bermain dengan lebih aktif, mengenal teman baru, sekaligus belajar mencintai budaya Indonesia.