Salah satu bentuk yang semakin banyak dibicarakan adalah AI assistant, yakni teknologi yang dirancang untuk membantu manusia menyelesaikan pekerjaan tertentu. AI dapat digunakan untuk merangkum dokumen, menyusun laporan, mencari informasi, menganalisis data, hingga membantu berbagai pekerjaan administratif.
Tahap berikutnya adalah augmented AI, ketika AI tidak hanya mengerjakan tugas tertentu, tetapi memperkuat kemampuan manusia dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan pekerjaan yang lebih kompleks.
Sementara itu, agentic AI membawa perubahan yang lebih besar. Sistem ini dikembangkan agar AI dapat menjalankan serangkaian tugas berdasarkan tujuan yang diberikan, dengan tingkat kemandirian yang lebih tinggi dibandingkan AI generatif biasa.
Artinya, pekerja ke depan tidak hanya berhadapan dengan perangkat lunak sebagai alat bantu, tetapi bisa bekerja berdampingan dengan sistem AI yang mampu mengambil sejumlah langkah untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
Perubahan inilah yang membuat keterampilan manusia menjadi semakin penting.
Founder and CEO GML sekaligus Founder QuBisa, Suwardi Luis, mengatakan AI dan digitalisasi seharusnya tidak ditempatkan sebagai teknologi yang menggantikan manusia.