AI Assistant hingga Agentic AI Mulai Masuk Dunia Kerja, Pekerja Indonesia Harus Siap

Muhammad Sukardi
Ilustrasi AI Assistant di dunia kerja. (Foto: Ilustrasi AI)

"Kalau dibandingkan Malaysia, satu jam pekerja kita di Indonesia menghasilkan 13–15 dolar AS. Malaysia sudah 26–27 dolar AS," ujar Yunus.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak cukup hanya melalui pendidikan dan pelatihan konvensional. Kompetensi harus berujung pada kemampuan menciptakan nilai tambah dan meningkatkan produktivitas.

Di sinilah AI dapat menjadi salah satu instrumen penting.

Jika dimanfaatkan dengan tepat, AI dapat membantu pekerja mengurangi pekerjaan repetitif, mempercepat pengolahan informasi, meningkatkan efisiensi, sekaligus memberi lebih banyak waktu bagi manusia untuk mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, komunikasi, strategi, dan pengambilan keputusan.

Namun, manfaat tersebut tidak otomatis muncul hanya karena sebuah perusahaan telah menggunakan AI.

Perusahaan tetap membutuhkan SDM yang memahami kapan AI harus digunakan, bagaimana mengawasi hasilnya, serta kapan keputusan harus tetap berada di tangan manusia.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 hari lalu

iNews Campus Connect Unpad, Mahasiswa Didorong Maksimalkan Teknologi AI

2 hari lalu

Bappisus soal Isu Demo Agustus: Jangan Mudah Terprovokasi Kabar di Medsos, Bisa Dimanipulasi Pakai AI

2 hari lalu

My Husband’s Family Wants Me Dead, Microdrama AI V+Short dengan Konflik Keluarga & Romance

6 hari lalu

BATIC 2026: Buka Jalan Menuju Masa Depan AI, Konektivitas, dan Infrastruktur Digital

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal