Karena itu, upskilling dan reskilling menjadi semakin penting.
"Target kami tidak hanya aktivitas, tetapi ada output dan outcome. Setelah acara ini harus ada gerakan-gerakan yang bisa dirasakan," ujar Suwardi.
Pesan tersebut menjadi relevan karena perkembangan AI tidak berlangsung dalam waktu yang lama. Teknologi yang saat ini masih dianggap baru dapat dengan cepat menjadi bagian dari aktivitas kerja sehari-hari.
Dalam konteks tersebut, ancaman terbesar bukan semata-mata AI menggantikan manusia, melainkan pekerja yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan sementara pekerja lain sudah memanfaatkan AI untuk bekerja lebih cepat dan produktif.
Urgensi peningkatan kompetensi juga tidak terlepas dari persoalan produktivitas tenaga kerja Indonesia.
Yunus menyebut produktivitas tenaga kerja Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara ASEAN. Ia mencontohkan produktivitas per jam pekerja Indonesia yang disebutnya berada di kisaran 13–15 dolar AS, sedangkan Malaysia mencapai sekitar 26–27 dolar AS.