4. Membantu Mengurangi FOMO
Salah satu tujuan detoks media sosial adalah mengurangi FOMO atau fear of missing out. Kondisi ini membuat seseorang merasa khawatir tertinggal informasi, tren, atau aktivitas yang dilakukan orang lain.
“Tujuan detoks media sosial adalah mengurangi melihat notifikasi terus menerus, menurunkan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, dan menurunkan fomo (fear of missing out),” ucap dr. Adam.
5. Waktu Detoks Sebaiknya Diisi Aktivitas Offline
Mengurangi media sosial akan meninggalkan waktu luang yang sebelumnya digunakan untuk scrolling. Agar tidak kembali pada kebiasaan lama, waktu tersebut dapat dialihkan ke kegiatan di dunia nyata.
“Untuk manfaat yang lebih optimal, bisa dikombinasikan dengan meningkatkan aktivitas offline seperti olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat,” ujarnya.
Detoks media sosial pada akhirnya bukan berarti seseorang harus meninggalkan dunia digital sepenuhnya. Jeda tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengatur kembali kebiasaan menggunakan media sosial agar tidak mengganggu waktu istirahat, aktivitas sehari-hari, dan keseimbangan kesehatan mental.