Artinya, seseorang dapat menyesuaikan proses detoks dengan kebiasaan dan kondisi masing-masing. Yang terpenting adalah memberikan jeda dari paparan media sosial secara konsisten.
2. Bisa Membantu Mengurangi Kecemasan
Bagi orang yang merasa lelah setiap membuka media sosial, detoks dapat membantu mengurangi paparan berbagai rangsangan digital. Menurut dr. Adam, detoks media sosial berpotensi menurunkan gejala depresi dan kecemasan serta memperbaiki kualitas hidup.
“Bagi kalian yang sedang merasa lelah setiap melihat media sosial, detoks media sosial bisa menurunkan gejala depresi, kecemasan, dan perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan,” katanya.
3. Media Sosial Bisa Memicu Overstimulasi
Media sosial menghadirkan berbagai informasi, gambar, video, suara, dan notifikasi secara terus-menerus. Paparan tersebut dapat membuat seseorang menerima banyak rangsangan dalam waktu singkat.
Kondisi itu dapat berujung pada kecemasan dan kelelahan mental, terutama ketika seseorang sulit mengendalikan durasi penggunaan media sosial.