Modus Penipuan dan AI Fraud Marak, Dibutuhkan Sistem Keamanan Digital Berlapis

Dani M Dahwilani
Tidak hanya mengandalkan social engineering dan pencurian data, pelaku kejahatan kini mulai memanfaatkan AI untuk melancarkan penipuan lebih sulit dideteksi. (Foto: Ovo)

Tidak hanya itu, sistem juga mampu mengenali perangkat baru yang digunakan untuk mengakses akun. Ketika terdapat aktivitas login dari perangkat yang tidak dikenal, protokol keamanan tambahan akan diaktifkan untuk mencegah pengambilalihan akun.

Seiring berkembangnya teknologi, Ovo juga memanfaatkan AI sebagai lapisan pertahanan tambahan. Teknologi ini membantu mendeteksi berbagai anomali yang sulit dikenali secara manual, termasuk potensi penipuan yang memanfaatkan teknologi generatif.

Salah satu penerapan AI adalah mendeteksi manipulasi gambar dan dokumen digital, seperti bukti transfer palsu atau identitas yang telah direkayasa. Sistem dapat mengenali indikasi pemalsuan sejak tahap awal sehingga potensi kerugian dapat diminimalkan.

AI juga digunakan untuk memetakan pola transaksi yang terhubung dengan jaringan penipuan terorganisir. Dengan kemampuan analisis yang lebih cepat, sistem dapat mengidentifikasi akun-akun mencurigakan dan mengambil langkah pencegahan sebelum dampaknya meluas.

Selain itu, teknologi AI membantu mengenali tren terbaru dalam praktik social engineering. Modus penipuan yang terus berubah, mulai dari penyamaran sebagai layanan pelanggan hingga penyebaran tautan berbahaya, dapat dipetakan lebih cepat sehingga langkah edukasi kepada pengguna bisa dilakukan secara tepat waktu.

Meski demikian, keamanan digital tidak hanya bergantung pada teknologi. Pengguna tetap memiliki peran penting dalam melindungi akun mereka dengan menjaga kerahasiaan PIN dan OTP, menghindari tautan mencurigakan, serta tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 hari lalu

LALIGA Ungkap Masa Depan Sepak Bola: AI Bakal Ubah Klub, Stadion hingga Pengalaman Penggemar

3 hari lalu

OJK Terima 1.379 Laporan Penipuan Berbasis AI, Deepfake Tokoh Publik Jadi Modus Terbanyak

5 hari lalu

Terobosan Baru, BPK bakal Pakai AI untuk Audit Mulai 2027

9 hari lalu

Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia, Kapitalisasi Pasar Nyaris 5 Triliun Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal