Sebanyak tujuh pasien dengan koinfeksi tersebut meninggal dunia. Namun, penelitian belum membuktikan bahwa ALTNV secara tunggal menyebabkan kematian tersebut.
Penemuan ALTNV menunjukkan bahwa masih ada patogen yang belum sepenuhnya teridentifikasi di balik penyakit demam yang berkaitan dengan gigitan kutu.
Hal ini penting secara medis karena gejala awal infeksi ALTNV dapat menyerupai penyakit lain yang juga ditularkan melalui kutu. Tanpa pemeriksaan yang tepat, infeksi tersebut berpotensi sulit dibedakan.
Para peneliti juga menyoroti adanya koinfeksi ALTNV dan DBV di wilayah yang sama. Kedua virus tersebut bahkan memiliki vektor kutu yang sama, sehingga keberadaannya perlu diperhitungkan ketika dokter melakukan diagnosis pada pasien dengan demam dan riwayat paparan kutu.
Dengan demikian, ALTNV bukan hanya soal munculnya satu nama virus baru. Penemuan ini memperlihatkan bagaimana teknologi pengurutan genetik dapat membantu ilmuwan menemukan penyebab penyakit yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh pemeriksaan rutin.
Untuk saat ini, bukti yang tersedia menunjukkan ALTNV merupakan virus yang ditularkan melalui kutu dan berkaitan dengan penyakit demam pada manusia.
Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami seberapa luas persebarannya, karakteristik penyakitnya, serta risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan.