Sementara itu, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste Simrin Singh menilai, digitalisasi dan AI berpotensi meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha serta membuka lapangan kerja baru. Namun, peluang tersebut harus diikuti peningkatan kualitas pekerjaan dan pemerataan manfaat transformasi teknologi.
“Digitalisasi, kecerdasan buatan dan transisi menuju ekonomi yang lebih hijau dapat membuka peluang besar bagi peningkatan produktivitas, pengembangan usaha dan penciptaan lapangan kerja. Namun, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah sejauh mana peluang tersebut dapat diwujudkan menjadi pekerjaan yang lebih baik dan lebih inklusif,” kata Simrin.
AI Masuk Agenda Dialog
Salah satu fokus DWCP 2026–2030 adalah memperkuat dialog sosial untuk menghadapi perubahan dunia kerja akibat AI, digitalisasi, transisi iklim dan energi, serta restrukturisasi bisnis.
Melalui pendekatan tripartit, pemerintah, pengusaha dan pekerja akan memperkuat kelembagaan ketenagakerjaan, mendorong penetapan upah berbasis bukti, serta memperluas perundingan bersama. Dialog sosial juga diarahkan untuk memastikan perkembangan teknologi tidak mengabaikan hak dan kepentingan pekerja.
Program ini turut mendorong pengembangan keterampilan berbasis sektor, peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta perluasan akses pekerjaan layak bagi kelompok rentan.