Potensi AI Sangat Besar, Ancaman Keamanan Siber Makin Kompleks
JAKARTA, iNews.id - Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian digital Indonesia. Namun, di balik peluang ekonomi yang menjanjikan, perkembangan AI juga menghadirkan ancaman keamanan siber yang semakin kompleks.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memproyeksikan AI dapat berkontribusi sebesar 365 miliar dolar AS atau sekitar lebih Rp6.561 triliun (kurs Rp17.978 per dolar AS) terhadap ekonomi digital Indonesia pada 2030. Sementara itu, nilai ekonomi AI di kawasan Asia diperkirakan mencapai 1 triliun dolar AS.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, Indonesia memiliki peran signifikan dalam pertumbuhan ekonomi digital kawasan. Kontribusi tersebut didukung jumlah penduduk yang besar serta penetrasi internet yang terus berkembang.
"Jadi memang angkanya cukup besar, terutama posisi Indonesia yang menyumbang hampir 40 persen,” ujarnya dalam ajang IT Governance, Risk Management, Assurance & Cybersecurity Summit (GRACS) 2026 bertajuk Digital Trust in Motion: Securing the Intelligent Ecosystem di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Meski menawarkan peluang ekonomi besar, Nezar mengingatkan perkembangan AI juga diikuti peningkatan risiko keamanan. Kemampuan teknologi yang semakin canggih dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan manipulasi dan berbagai tindak kriminal dengan beragam motif, terutama untuk mendapatkan keuntungan finansial.