Kantor yang Nyaman dan Estetik Bikin Karyawan Produktif? Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi kantor yang nyaman. (Foto: Ilustrasi AI)

"Dari layout, estetika, luas area, atau budget bukan dari business objectives, ways of working, kebutuhan user, dan kebutuhan organisasi ke depan," kata Fayruzka dalam Designed for Life (DFL) Conference 2026 di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, belum lama ini.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa tren desain kantor tidak seharusnya menjadi satu-satunya acuan perusahaan. Sebelum menentukan konsep interior, perusahaan perlu memahami bagaimana karyawan bekerja dan aktivitas apa saja yang perlu difasilitasi.

Kantor Estetik Belum Tentu Cocok untuk Semua Karyawan

Bayangkan bekerja di kantor dengan interior minimalis, sofa nyaman, tanaman hias, dan ruang terbuka yang terlihat menarik. Sekilas, suasananya memang menyenangkan.

Namun, bagaimana jika ruang tersebut terlalu bising untuk karyawan yang membutuhkan konsentrasi? Atau, bagaimana jika tim kesulitan berdiskusi karena tidak tersedia ruang yang memadai untuk bekerja bersama?

Situasi tersebut menunjukkan bahwa estetika perlu berjalan beriringan dengan fungsi. Ruang kerja yang baik perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan, kebutuhan konsentrasi, pola komunikasi, dan aktivitas penggunanya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
7 hari lalu

OJK Dorong Bank Lebih Tangguh, Digital, dan Produktif

2 bulan lalu

Dari Huntara ke Usaha Produktif, BNPB–PNM Dorong Warga Agam Bangkit Lewat Potensi Lokal

3 bulan lalu

BKAD Kalteng Genjot Aset Produktif, Kendaraan Dinas Tak Terpakai hingga Properti Siap Hasilkan PAD

3 bulan lalu

Perkuat Pembiayaan Produktif, BSI Apresiasi Penempatan SAL di Sektor Perbankan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal