"Ketika karyawan dapat bekerja lebih efektif, tim berkolaborasi dengan lebih mudah, people tetap terhubung dengan culture, berbagai aktivitas kerja terfasilitasi, dan workspace mendukung kebutuhan operasional perusahaan," katanya.
Dari perspektif tersebut, pengalaman bekerja tidak hanya ditentukan oleh apa yang tersedia di dalam kantor, tetapi juga bagaimana ruang itu digunakan untuk menunjang interaksi dan budaya perusahaan.
Bagi pekerja muda, misalnya, ruang kolaborasi mungkin dibutuhkan ketika harus bertukar gagasan dengan tim. Sebaliknya, area yang lebih tenang dapat membantu ketika pekerjaan menuntut fokus tinggi.
Kebutuhan setiap karyawan tentu berbeda. Karena itu, perusahaan perlu memahami karakter pekerjaan dan kebiasaan tim sebelum menentukan desain ruang yang dianggap ideal.
Tren interior kantor terus berkembang. Konsep ruang terbuka, area santai, hingga ruang kerja fleksibel kerap menjadi bagian dari desain kantor modern.