Kantor yang Nyaman dan Estetik Bikin Karyawan Produktif? Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi kantor yang nyaman. (Foto: Ilustrasi AI)

Namun, mengikuti tren belum tentu menjadi solusi jika konsep tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan karyawan. Kantor yang dirancang untuk mendukung kolaborasi, misalnya, tetap perlu mempertimbangkan aktivitas yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi.

Fayruzka menekankan pentingnya mempertimbangkan business objectives, cara kerja, serta kebutuhan pengguna dan organisasi sejak awal proses perencanaan workspace.

Dengan pendekatan tersebut, keputusan mengenai tata letak, luas ruang, dan anggaran tidak berdiri sendiri. Seluruh elemen perlu disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai perusahaan dan kebutuhan orang-orang yang menggunakan ruang tersebut.

Hal ini juga membuat evaluasi kantor sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan apakah desainnya menarik atau fasilitasnya lengkap. Perusahaan perlu melihat apakah ruang kerja benar-benar mendukung aktivitas sehari-hari.

Jadi, Apa yang Membuat Workspace Lebih Produktif?

President Director VIVERE, William Simiadi, menilai pembahasan mengenai workspace perlu melibatkan berbagai perspektif agar kebutuhan dan persoalan dalam industri dapat dipahami secara lebih menyeluruh.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
7 hari lalu

OJK Dorong Bank Lebih Tangguh, Digital, dan Produktif

2 bulan lalu

Dari Huntara ke Usaha Produktif, BNPB–PNM Dorong Warga Agam Bangkit Lewat Potensi Lokal

3 bulan lalu

BKAD Kalteng Genjot Aset Produktif, Kendaraan Dinas Tak Terpakai hingga Properti Siap Hasilkan PAD

3 bulan lalu

Perkuat Pembiayaan Produktif, BSI Apresiasi Penempatan SAL di Sektor Perbankan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal