Kantor yang Nyaman dan Estetik Bikin Karyawan Produktif? Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi kantor yang nyaman. (Foto: Ilustrasi AI)

Managing Director DesignPartners Indonesia (DPI), Naila Djatnika, mengatakan workspace seharusnya tidak hanya dinilai berdasarkan tampilan fisik, tetapi juga dari nilai yang dihasilkan bagi manusia dan bisnis.

"Jadi seharusnya dilihat bagaimana workspace itu mendukung produktivitas, kolaborasi, employee experience, wellbeing, hingga business performance," ujarnya.

Artinya, kantor yang menarik secara visual bukan satu-satunya tolok ukur. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan apakah ruang tersebut membantu karyawan menyelesaikan pekerjaan, memudahkan koordinasi, dan mendukung kebutuhan mereka selama bekerja.

Bukan Cuma Fasilitas, Budaya Kerja Juga Berpengaruh

Karyawan bisa saja bekerja di kantor dengan fasilitas lengkap. Namun, fasilitas tersebut tidak otomatis membuat pekerjaan lebih efektif jika komunikasi antartim berjalan sulit atau kebutuhan operasional tidak terakomodasi.

Head of People & Culture IDN, Audya Medina, menjelaskan bahwa nilai workspace dapat dilihat dari bagaimana ruang kerja mendukung aktivitas organisasi sehari-hari.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
7 hari lalu

OJK Dorong Bank Lebih Tangguh, Digital, dan Produktif

2 bulan lalu

Dari Huntara ke Usaha Produktif, BNPB–PNM Dorong Warga Agam Bangkit Lewat Potensi Lokal

3 bulan lalu

BKAD Kalteng Genjot Aset Produktif, Kendaraan Dinas Tak Terpakai hingga Properti Siap Hasilkan PAD

3 bulan lalu

Perkuat Pembiayaan Produktif, BSI Apresiasi Penempatan SAL di Sektor Perbankan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal