Managing Director DesignPartners Indonesia (DPI), Naila Djatnika, mengatakan workspace seharusnya tidak hanya dinilai berdasarkan tampilan fisik, tetapi juga dari nilai yang dihasilkan bagi manusia dan bisnis.
"Jadi seharusnya dilihat bagaimana workspace itu mendukung produktivitas, kolaborasi, employee experience, wellbeing, hingga business performance," ujarnya.
Artinya, kantor yang menarik secara visual bukan satu-satunya tolok ukur. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan apakah ruang tersebut membantu karyawan menyelesaikan pekerjaan, memudahkan koordinasi, dan mendukung kebutuhan mereka selama bekerja.
Karyawan bisa saja bekerja di kantor dengan fasilitas lengkap. Namun, fasilitas tersebut tidak otomatis membuat pekerjaan lebih efektif jika komunikasi antartim berjalan sulit atau kebutuhan operasional tidak terakomodasi.
Head of People & Culture IDN, Audya Medina, menjelaskan bahwa nilai workspace dapat dilihat dari bagaimana ruang kerja mendukung aktivitas organisasi sehari-hari.