Medsos Terbukti Bisa Memicu Anxiety hingga Depresi, Ini Penjelasannya!

Niko Prayoga
Media sosial bisa picu depresi. (Foto: Ilustrasi AI)

Menurut dr. Adam, kondisi tersebut dapat memicu overstimulasi yang kemudian berkontribusi terhadap kecemasan dan kelelahan mental.

“Media sosial memang bisa memicu overstimulasi yang berujung pada kecemasan dan kelelahan mental,” jelasnya.

Kondisi ini semakin mudah terjadi ketika seseorang memiliki kebiasaan mengecek media sosial secara berulang. Bahkan ketika tidak ada notifikasi penting, pengguna tetap terdorong membuka aplikasi hanya untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat.

Kebiasaan Membandingkan Diri Jadi Masalah

Persoalan penggunaan media sosial bukan hanya durasi seseorang menatap layar. Konten yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi pengalaman pengguna.

Media sosial memungkinkan seseorang melihat kehidupan orang lain dalam jumlah besar. Unggahan mengenai pencapaian, pekerjaan, gaya hidup, perjalanan, hingga kehidupan pribadi dapat muncul secara bergantian di lini masa.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
7 bulan lalu

28 Juta Orang Indonesia Punya Masalah Kejiwaan, Depresi hingga Anxiety!

1 tahun lalu

Lirik dan Makna Lagu Anxiety - Doechii: Gambaran Mendalam tentang Perjuangan Melawan Kecemasan

3 tahun lalu

Terbongkar Eva Celia Pernah 7 Tahun Alami Anxiety Disorder

4 tahun lalu

Ariel Tatum Alami Gangguan Anxiety Parah, Ungkap Tubuhnya Bergetar Jelang Duet dengan Ari Lasso

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal