Medsos Terbukti Bisa Memicu Anxiety hingga Depresi, Ini Penjelasannya!

Niko Prayoga
Media sosial bisa picu depresi. (Foto: Ilustrasi AI)

“Durasi detoks yang optimal bervariasi antarpenelitian, namun sebagian menyebutkan durasi satu sampai dua minggu,” ujarnya.

Detoks tidak selalu berarti pengguna harus menghapus seluruh akun media sosial. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan mengurangi frekuensi membuka aplikasi, mematikan notifikasi, membatasi waktu penggunaan, atau mengambil jeda total dari platform tertentu.

Yang tidak kalah penting, waktu yang sebelumnya digunakan untuk scrolling sebaiknya dialihkan ke aktivitas di dunia nyata.

“Untuk manfaat yang lebih optimal, bisa dikombinasikan dengan meningkatkan aktivitas offline seperti olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat,” pungkas dr. Adam.

Pada akhirnya, teknologi dan media sosial bukan sesuatu yang harus sepenuhnya dihindari. Namun, pengguna perlu memiliki kendali atas kebiasaan digitalnya agar teknologi tidak justru menjadi sumber kelelahan mental.

Jika penggunaan media sosial mulai membuat seseorang mengalami gangguan emosional yang menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan dari tenaga profesional kesehatan mental juga penting dilakukan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
7 bulan lalu

28 Juta Orang Indonesia Punya Masalah Kejiwaan, Depresi hingga Anxiety!

1 tahun lalu

Lirik dan Makna Lagu Anxiety - Doechii: Gambaran Mendalam tentang Perjuangan Melawan Kecemasan

3 tahun lalu

Terbongkar Eva Celia Pernah 7 Tahun Alami Anxiety Disorder

4 tahun lalu

Ariel Tatum Alami Gangguan Anxiety Parah, Ungkap Tubuhnya Bergetar Jelang Duet dengan Ari Lasso

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal