Ada isu pencucian uang dan ketimpangan ekonomi melalui United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), perlindungan anak di dunia gim daring melalui United Nations Children's Fund (UNICEF), hingga hubungan antara perlindungan lingkungan, pembangunan ekonomi, dan transisi energi melalui United Nations Environment Programme (UNEP).
Bagi anak muda, pembahasan tersebut menjadi lebih dari sekadar materi diskusi. Mereka ditantang untuk memahami sebuah persoalan dari perspektif negara atau pihak yang mereka wakili, kemudian menyusun argumen dan bernegosiasi dengan peserta lain yang belum tentu memiliki pandangan serupa.
Dalam simulasi MUN, peserta tidak hanya berdiri dan menyampaikan pendapat. Mereka harus mengikuti rangkaian proses yang menyerupai persidangan PBB, mulai dari General Speakers’ List, negosiasi, caucusing, hingga menyusun Draft Resolutions.
Proses tersebut membuat peserta berhadapan langsung dengan situasi yang mungkin tidak mereka temukan di ruang kelas.
Sebuah gagasan yang menurut satu peserta sangat ideal bisa saja ditolak peserta lain. Sebuah solusi yang terlihat sederhana juga bisa berubah setelah mempertimbangkan kepentingan pihak berbeda.