Peneliti PRTPP BRIN, Ema Damayanti, menjelaskan bahwa madu lebah tanpa sengat selama ini memang dikenal kaya akan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, keberadaan mikroorganisme probiotik yang hidup di dalam madu dan bee pollen masih relatif jarang diteliti, khususnya di Indonesia.
"Kami menemukan bahwa madu lebah tanpa sengat Indonesia menyimpan bakteri asam laktat yang tidak hanya mampu bertahan pada kondisi saluran pencernaan, tetapi juga memiliki aktivitas antibakteri, antibiofilm, antikanker, dan antioksidan yang sangat baik," ujar Ema dalam keterangan resmi BRIN, Senin (8/6/2026).
"Ini menunjukkan potensinya sebagai kandidat probiotik untuk pangan fungsional," tambahnya.
Dalam riset tersebut, tim berhasil mengisolasi sejumlah bakteri asam laktat dari madu dan bee pollen berbagai spesies lebah tanpa sengat, antara lain Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, Tetragonula clypearis, Tetragonula sarawakensis, Lepidotrigona terminata, Tetragonula drescheri, dan Tetragonula biroi.
Dari berbagai isolat yang diperoleh, tujuh isolat terbaik kemudian dipilih berdasarkan kemampuannya menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang berpotensi menyebabkan penyakit.