Untuk mengungkap identitas dan karakteristik mikroorganisme tersebut secara lebih mendalam, para peneliti memanfaatkan teknologi mutakhir berupa whole genome sequencing (WGS), analisis metabolomik berbasis Ultra High Performance Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry (UHPLC-HRMS), serta berbagai pengujian karakter probiotik lainnya.
Hasil analisis menunjukkan bahwa isolat unggulan tersebut teridentifikasi sebagai Lacticaseibacillus rhamnosus dan Pediococcus acidilactici, dua spesies bakteri yang dikenal memiliki potensi besar dalam dunia probiotik.
Tak berhenti sampai di situ, serangkaian pengujian laboratorium menunjukkan bahwa bakteri hasil isolasi mampu menghambat pertumbuhan sejumlah bakteri patogen berbahaya, termasuk Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa.
Menariknya, bakteri tersebut juga mampu mencegah pembentukan biofilm, yaitu lapisan pelindung yang sering digunakan bakteri untuk bertahan hidup dan meningkatkan resistensi terhadap pengobatan antibiotik. Kemampuan antibiofilm ini menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian para peneliti karena dapat membantu mengatasi tantangan resistensi antimikroba yang semakin meningkat di seluruh dunia.
Temuan lain yang tak kalah penting adalah aktivitas antikanker yang ditunjukkan oleh bakteri probiotik tersebut terhadap lini sel kanker kolon WiDr. Selain itu, bakteri juga memperlihatkan aktivitas antioksidan tinggi berdasarkan pengujian DPPH, ABTS, dan FRAP.