81% Orang Khawatir Harga Kebutuhan Pokok Naik, Belanja Akhir Tahun Bakal Direm?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi belanja di mal. (Foto: Ilustrasi AI)

Bukan Berarti Konsumen Tak Belanja

Kondisi tersebut tidak otomatis membuat konsumen berhenti membeli produk. Justru, perubahan dapat terlihat dari cara mereka menentukan pilihan.

Ketika anggaran harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, konsumen dapat lebih memperhatikan apakah produk yang diinginkan mudah ditemukan, tersedia dalam pilihan yang sesuai, dan memang dianggap layak dibeli.

Country Service Line Group Director – Brand Health Tracking & Creative Assessment, Ipsos in Indonesia, Lioni Halim, mengatakan terdapat kesenjangan antara brand yang disukai konsumen dengan performa aktualnya di pasar.

"Sering kali terdapat kesenjangan antara preferensi terhadap sebuah brand dengan pangsa pasar yang sebenarnya. Pertumbuhan terjadi ketika brand mampu membangun keinginan konsumen terhadap brand tersebut, sekaligus membuat konsumen lebih mudah untuk membeli melalui faktor-faktor pasar yang tepat," kata Lioni.

Menurut Ipsos, faktor pasar di Indonesia memiliki dampak tiga kali lipat dibandingkan rata-rata global dalam mendorong pertumbuhan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
7 bulan lalu

Survei Ipsos: Dompet Digital Jadi Gaya Hidup, Promosi-Keamanan Sistem Faktor Kunci

1 tahun lalu

Riset Ipsos 2025: Perkembangan UMKM dan Brand Lokal di Tengah Persaingan E-commerce

2 tahun lalu

Shopee Raih Peringkat Teratas dalam Riset Tingkat Kepuasan Konsumen versi IPSOS

5 hari lalu

Bea Cukai Sita 1.435 Bal Pakaian Bekas Ilegal, Suahasil: Rugikan Industri hingga Konsumen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal