Distribusi dan assortment bahkan memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan promosi dan harga.
Temuan ini menunjukkan bahwa dalam situasi konsumen yang semakin selektif, keputusan pembelian tidak hanya ditentukan oleh seberapa menarik sebuah produk atau seberapa besar promosi yang ditawarkan.
Produk yang mudah ditemukan dan tersedia sesuai kebutuhan juga memiliki peran dalam menentukan apakah keinginan konsumen akhirnya berubah menjadi transaksi.
Dengan 81% masyarakat masih mengkhawatirkan kenaikan harga kebutuhan pokok, konsumen kemungkinan akan memasuki periode belanja akhir tahun dengan pertimbangan yang lebih matang.
Pengeluaran untuk kebutuhan utama berpotensi tetap menjadi prioritas, sementara pembelian lainnya dapat lebih selektif berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing konsumen.
Jadi, pertanyaannya bukan semata-mata apakah masyarakat akan 'mengerem” belanja', melainkan bagaimana mereka mengatur prioritas ketika harus berbelanja di tengah kekhawatiran biaya hidup.
Kondisi inilah yang oleh Ipsos disebut sebagai 'The New Consumer Reality', ketika konsumen tetap memiliki keinginan untuk membeli, tetapi semakin cermat menentukan apa yang benar-benar layak masuk ke dalam keranjang belanja.