Mengenal Asal Usul Cokelat di Perkebunan Pinrang, Ada Sejarah yang Perlu Diketahui!

Dimas Andhika Fikri
Perkebunan kakao di Pinrang (Foto: MPI/Dimas)

Meski mengikuti standar global, harga tersebut ternyata masih lebih rendah dibandingkan harga kakao di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Harga kakao di sana menyentuh Rp42.000 per kilogram. 

Persoalan harga ini sebetulnya dapat diselesaikan bila petani kakao Pinrang dapat meningkatkan kualitas dari produk mereka sendiri. Tentunya dibutuhkan program pelatihan dan edukasi yang komprehensif untuk mencapai tujuan tersebut.

"Harga kakao itu memang dilihat dari sejumlah faktor seperti kualitas kadar air, lalu ada yang namanya binkon yang jadi pengukur kualitas. Nah kalau standar di Indonesia sendiri yang berlaku adalah di dalam 100 gram itu terdapat 115 biji kakao. Ketika misalnya dia melewati standar tersebut itu baru ada klaim kualitas namanya. Kadar air pun begitu. Yang menjadi standar kita adalah 7-8 persen, jadi ketika petani jual di atas dari 8 persen nah itu akan mempengaruhi kualitas harga," ujar Umar Jamaluddin, Agronomist dari Barry Calebaut. 

Kuncinya, lanjut Umar, para petani dari sekarang harus diedukasi bagaimana melakukan treatment pasca panen. Karena pada tahap inilah kualitas biji kakao ditentukan. 

Untuk kadar air misalnya, dapat ditekan bila proses pengeringan atau penjemuran dilakukan dengan baik dan benar. Tidak boleh nanggung dan tidak boleh terlalu lama, karena dapat memicu timbulnya jamur. 

"Dalam proses pengeringan itu terkadang masih ada petani yang tidak memisahkan antara biji dan plasenta. Itu juga jadi faktor penurunan harga, karena plasenta dapat merusak kualitas biji kakao, dan dihitung sebagai sampah. Jadi faktor-faktor itu yang perlu kita edukasi dalam proses pasca panen kepada petani," kata dia.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
1 hari lalu

Sebelum Liburan, Wisatawan Wajib Cek Destinasi dan Transportasi di Tengah Erupsi Anak Krakatau

1 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kemenpar Imbau Warga Jauhi Pantai dan Pesisir

5 hari lalu

Jelajah Kepulauan Seribu: Ada Penyu hingga Indahnya Terumbu Karang

6 hari lalu

Tak Hanya Minyak Goreng, Sawit Ternyata Bisa Diolah Jadi Cokelat hingga Bahan Batik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal