Mengunjungi Al Shindagha Museum, Melihat Dubai Masa Lalu yang Bergantung pada Mutiara Jadi Kota Modern

Maria Christina Malau
Salah satu paviliun di Al Shindagha Museum, Dubai, Uni Emirat Arab, yang dikunjungi iNews.id, Senin (21/4/2025). Pengunjung bisa melihat perkembangan Dubai dari dulunya hanya desa nelayan menjadi kota modern.(iNews.id/Maria Christina Malau)
Salah satu instalasi menakjubkan di Al Shindagha Museum, Dubai, UEA, yang menggambarkan perubahan Dubai dari masa ke masa. (iNews.id/Maria Christina Malau)

Dubai Creek: Birth of City

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Paviliun Dubai Creek: Birth of City. Rumah ini mengungkap bagaimana kehidupan masyarakat tradisional Dubai mulai berubah menjadi modern di Dubai Creek. Dengan teknologi proyeksi 360 derajat, kami seperti bisa melihat langsung kehidupan Dubai di masa lalu, orang-orang Emirat yang sedang berdagang mutiara, para pelaut, dan pembuat perahu dhow, dan bagaimana mereka berhasil membangun kota.

Culture of The Sea Pavilion

Di Culture of The Sea Pavilion, pengalaman terasa begitu personal. Saat melangkah memasuki rumah, sesekali terdengar suara lantai dari kayu tua yang berderit, juga suara ombak dan angin dari audio imersif.

Kacamata VR (virtual reality) membawa kami masuk menatap langsung kerasnya kehidupan penyelam mutiara. Saya melihat penyelam menjepit hidung, lalu menyelam hingga ke dasar teluk dengan perlengkapan seadanya, demi menemukan mutiara untuk bertahan hidup dan menghidupi keluarga.

Para pengunjung bisa menyaksikan bagaimana perubahan Dubai dari masa ke masa di Al Shindagha Museum. (iNews.id/Maria Christina Malau)

Pria itu mengumpulkan satu per satu kerang dan memasukkan ke dalam keranjang. Saya pun seakan ikut menyelam dan bisa mengumpulkan kerang-kerang berisi mutiara-mutiara itu. 

Begitulah Dubai di masa lalu. Mutiara menjadi urat nadi perekonomian sebelum minyak dan gas ditemukan. Kini sumber pendapatan Dubai sangat beragam, termasuk pariwisata, real estate, perdagangan, jasa keuangan, penerbangan, dan manufaktur. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
14 hari lalu

Iran Gempur Kantor-Kantor Diplomatik AS di Timur Tengah, Nilai Kerusakan Capai Rp3,3 Triliun

21 hari lalu

Israel Heboh! Netanyahu Ternyata Sudah Tahu Serangan Hamas, Politisi Desak Penyelidikan

21 hari lalu

Terungkap! Presiden UEA Sheikh MBZ Bisiki Netanyahu Sebelum Serangan Hamas 7 Oktober

27 hari lalu

Tak Beri Ampun! Iran Gempur Pangkalan Militer AS Lagi, di Kuwait dan Uni Emirat Arab

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal