Mengunjungi Al Shindagha Museum, Melihat Dubai Masa Lalu yang Bergantung pada Mutiara Jadi Kota Modern

Maria Christina Malau
Salah satu paviliun di Al Shindagha Museum, Dubai, Uni Emirat Arab, yang dikunjungi iNews.id, Senin (21/4/2025). Pengunjung bisa melihat perkembangan Dubai dari dulunya hanya desa nelayan menjadi kota modern.(iNews.id/Maria Christina Malau)
Salah satu rumah yang tak boleh dilewatkan saat mengunjungi Al Shindagha Museum adalah Perfume House. Di sini, indera penciuman dimanjakan dengan berbagai aroma parfum yang berperan penting dalam budaya Arab. (iNews.id/Maria Christina Malau)

Pengunjung juga bisa melihat bagaimana orang Dubai meracik parfum menggunakan teknik kuno yang diwariskan turun-temurun hingga saat ini. Amnaa mengatakan, parfum tidak hanya digunakan sebagai kosmetik oleh masyarakat Emirati, tetapi juga bagian dari ritual spiritual dan sosial di masyarakat Emirati. 

Oh ya, The Perfume House ini dulunya adalah kediaman Sheikha Shaikha Bint Saeed Al Maktoum, ahli parfum ternama. Dia juga bibi dari Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Emir Dubai saat ini.

Pengunjung melihat-lihat koleksi benda bersejarah di Al Shindagha Museum, Dubai, UEA, Senin (21/4/2025). (iNews.id/Maria Christina Malau)

Setiap Paviliun Punya Kisah Sendiri

Selain dua paviliun utama tadi, Al Shindagha Museum punya 20 paviliun lain dengan kisahnya sendiri yang unik mengenai sejarah Dubai. Di Traditional Crafts Pavilion dan Traditional Jewellery misalnya, kami dapat melihat berbagai hasil tenun dan bordir tradisional, keramik, dan perhiasan tradisional yang cantik. Ada pula Children’s Pavilion dengan koleksi permainan tradisional anak-anak Dubai. Beberapa sama dan akrab dengan Indonesia, seperti kelereng dan gasing.

Di museum ini, terdapat pula Al Maktoum Residence, rumah keluarga Al Maktoum yang berkuasa dan dinasti kerajaan yang selama beberapa generasi telah mengubah Dubai dari kota kecil menjadi kota metropolitan yang mendunia. Paviliun dengan rumah-rumah di dalamnya juga mengangkat tema unik dan menarik untuk dijelajahi. 

Butuh waktu lama untuk menyusuri semua paviliun dan rumah-rumah di museum ini. Jika tidak ingin melewatkannya dan ingin memahami bagaimana Dubai dengan tantangan alam yang keras bisa berkembang pesat, pengunjung harus datang lebih pagi.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
2 hari lalu

Terungkap! Pilot Flydubai Ingin Bajak lalu Tabrakkan Pesawat di Israel

2 hari lalu

Uni Emirat Pastikan Pesawat Tujuan Israel Nyaris Dibajak, Kopilot Serang Kapten Pakai Kapak

5 hari lalu

Pilot Diserang di Kokpit, Flydubai Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

6 hari lalu

Pilot-Kopilot Baku Hantam Diduga Pembajakan, Pesawat Rute Dubai-Tel Aviv Mendarat Darurat di Saudi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal