Mengunjungi Al Shindagha Museum, Melihat Dubai Masa Lalu yang Bergantung pada Mutiara Jadi Kota Modern

Maria Christina Malau
Salah satu paviliun di Al Shindagha Museum, Dubai, Uni Emirat Arab, yang dikunjungi iNews.id, Senin (21/4/2025). Pengunjung bisa melihat perkembangan Dubai dari dulunya hanya desa nelayan menjadi kota modern.(iNews.id/Maria Christina Malau)

Butuh waktu lama untuk menyusuri semua paviliun dan rumah-rumah di museum ini. Jika tidak ingin melewatkannya dan ingin memahami bagaimana Dubai dengan tantangan alam yang keras bisa berkembang pesat, pengunjung harus datang lebih pagi.

Di kawasan Al Shindagha Museum juga terdapat kafe tradisional dan toko kerajinan serta suvenir. Jika lelah, pengunjung bisa duduk bersantai sebentar di bangku sambil memandangi Dubai Creek, lalu melanjutkan kembali menyusuri museum hingga senja tenggelam.

Jadwal Buka Al Shindagha Museum, Harga Tiket, dan Akses

Jika sedang berada di Dubai dan ingin mengunjungi museum ini, jangan lupa mengecek jadwal dan harga tiket. Al Shindagha Museum dibuka setiap hari pukul 10.00 – 20.00 waktu setempat. Penjualan tiket terakhir pukul 19.00.

Sementara harga tiket masuk Al Shindagha Museum bervariasi. Untuk pengunjung dewasa harga tiketnya AED 50. Sementara pelajar berusia 5-24 tahun AED 20.

Suasana di kawasan Al Shindagha Museum, Dubai, UEA, Senin (21/4/2025). Museum ini memiliki 162 rumah tradisional dan 22 paviliun. (iNews.id/Maria Christina Malau)

Bagi pengunjung yang datang dalam grup berjumlah 5 orang atau lebih, membayar tiket AED 40 per orang. Anak-anak di bawah 5 tahun dan warga senior Emirati di atas 60 tahun digratiskan masuk museum. Begitu juga dengan pemegang kartu ICOM/Dewan Museum Internasional, gratis masuk museum.

Untuk sampai ke Al Shindagha Museum, pengunjung bisa menggunakan metro Al Ghubaiba Station (Green Line), naik abra dan feri, turun di Terminal Al Ghubaiba dan berjalan kaki 5 menit. Bagi yang berkendaraan pribadi, bisa parkir di sekitar Shindagha City Centre. Jangan lupa memakai pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

Saudi Dorong Seluruh Faksi di Yaman Selatan Duduk Bareng untuk Akhiri Konflik

Internasional
3 hari lalu

Saudi Siap Fasilitasi Dialog di Riyadh untuk Redakan Konflik Yaman Selatan

Internasional
5 hari lalu

Ambisi Negara Yaman Selatan Menguat, Saudi dan UEA Berseberangan

Internasional
6 hari lalu

Hadhramaut Yaman Jadi Rebutan, Minyak Picu Konflik Arab Saudi-Uni Emirat?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal