Remaja Perempuan di Desa Ini Wajib Naik Ayunan Tua Usia Ratusan Tahun, Ini Alasannya

Ahmad Haidir
Keunikan tradisi mayunan di Bali (Foto: Instagram@indoflashlight)

2. Filosofi dan Makna Tradisi Mayunan

Sebagai bagian dari Ritual Sasi Sembah, Tradisi Mayunan, begitupun dengan Perang Pandan, memiliki makna yaitu sebagai  Usabha Sambah atau upacara keagamaan untuk memohon keselamatan pada Tuhan. 

Selain itu, Usabha Sambah ini dilakukan oleh kaum muda Desa Adat Tenganan sebagai pertanda proses menuju kedewasaan dari masa remaja. 

Remaja perempuan Tenganan diharuskan menjalani tradisi Mayunan, yaitu dengan cara menaiki ayunan besar yang terbuat dari kayu. 

Adapun tradisi Mayunan memiliki filosofi dan makna tersendiri. Seperti namanya yaitu Mayunan, prosesi menaiki ayunan ini melambangkan makna kehidupan yang terus berputar, kadang seseorang akan berada di atas, kadang di bawah, seiring berjalannya waktu.

3. Prosesi Mayunan dan Keunikannya

Tradisi Mayunan dilaksanakan usai melangsungkan Perang Pandan. Ayunan yang terdiri dari 8 bangku tersebut ditempati oleh gadis Desa Tenganan yang disebut Daha, dengan mengenakan kain tradisional berwarna keemasan. 

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
2 hari lalu

Mengintip Spot Wisata di Pulau Nusa Penida dari Kelingking Beach, Vila Pesisir hingga Surga Bawah Laut

2 hari lalu

Pesawat Bisa Mendarat di Air, 6 Destinasi Wisata Indonesia Masuk Rencana Rute Seaplane

4 hari lalu

Wisata Alam di Maros Ternyata Bisa Bantu 300 Anak Sekolah, Ini Kisahnya

6 hari lalu

Mengintip Pesona Uluwatu dari Atas Tebing hingga ke Dalam Gua, Begini Keindahannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal