Seiring waktu, muncul pula beragam variasi batagor. Ada yang disajikan tanpa tahu, menggunakan kulit pangsit lebih banyak, atau disantap bersama kuah sebagai alternatif saus kacang.
Perjalanan batagor dari jajanan kaki lima hingga dikenal di berbagai daerah turut membawanya ke pemeringkatan kuliner internasional. Dalam daftar terbaru TasteAtlas yang diperbarui pada 15 Oktober 2026, batagor menempati peringkat kedua dari 100 hidangan goreng terbaik dunia dengan rating 4,4 dari 5.
TasteAtlas mencatat batagor sebagai hidangan khas Bandung yang dibuat dari adonan ikan, digoreng, lalu dipotong menjadi beberapa bagian sebelum disajikan bersama saus kacang, kecap, cabai, dan perasan jeruk.
Posisi kedua tersebut menunjukkan tingginya penilaian pengguna terhadap batagor dalam pemeringkatan itu. Meski demikian, TasteAtlas menegaskan bahwa daftar mereka bukan kesimpulan mutlak mengenai makanan terbaik di dunia, melainkan sarana untuk memperkenalkan kuliner lokal dan mendorong masyarakat mengenal hidangan dari berbagai negara.
Bagi Indonesia, pencapaian ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada khalayak yang lebih luas. Batagor membuktikan bahwa makanan yang tumbuh dari keseharian masyarakat dapat memiliki daya tarik hingga melampaui tempat asalnya.
Dari Bandung, batagor kini dikenal sebagai salah satu jajanan ikonik Indonesia. Kisahnya juga memperlihatkan bagaimana kreativitas sederhana dalam mengolah makanan dapat berkembang menjadi bagian dari warisan kuliner yang terus dinikmati lintas generasi.